Presiden

Presiden Jokowi Datang Ke NTT Dan Mengaku Tak Bisa Apa-Apa

Presiden Ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo Kembali Menjadi Perhatian Saat Mengunjungi Masyarakat Di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam kunjungan tersebut, Jokowi sempat menyampaikan bahwa dirinya kini tidak lagi memiliki. Kewenangan sebagai presiden sehingga tidak dapat berbuat banyak ketika masyarakat menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi. Pernyataan tersebut di sampaikan ketika Jokowi bertemu. Dengan masyarakat terdampak gempa di Pulau Palue, Kabupaten Sikka. Salah satu persoalan yang di sampaikan warga adalah kesulitan memperoleh air bersih setelah bencana.

Saat itu, Jokowi menjelaskan bahwa dirinya sudah berstatus sebagai pensiunan sehingga kewenangan untuk mengambil. Keputusan pemerintahan berada pada pemerintah yang sedang menjalankan tugas. Pernyataan tersebut di sampaikan dengan nada ringan, tetapi kemudian menjadi perhatian publik. Di sisi lain, kunjungan Jokowi ke NTT juga tidak hanya berkaitan dengan persoalan bencana. Kehadirannya di wilayah tersebut turut berhubungan dengan. Aktivitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI), partai yang kini di pimpin oleh putranya, Kaesang Pangarep.

Kehadiran Mantan Presiden Ke-7 Jokowi di NTT

Kehadiran Jokowi di NTT mendapatkan sambutan dari sebagian masyarakat. PSI sendiri menilai hubungan antara Jokowi dan masyarakat NTT telah terbentuk. Melalui berbagai program pembangunan selama masa pemerintahannya. Sebelumnya, PSI NTT menyebut masyarakat masih mengingat berbagai pembangunan yang di lakukan ketika Jokowi menjabat sebagai presiden. Infrastruktur, konektivitas, pembangunan jalan dan pelabuhan, pengembangan. Kawasan pariwisata serta program Tol Laut di sebut sebagai bagian dari kebijakan yang masih di rasakan di daerah tersebut.

PSI juga melihat bahwa kebutuhan masyarakat NTT masih cukup besar. Karena itu, kehadiran tokoh nasional seperti Jokowi di anggap masih memiliki arti. Terutama dalam menyampaikan perhatian terhadap persoalan masyarakat sekaligus membangun komunikasi dengan warga. Dalam kesempatan berbeda di NTT, Jokowi juga pernah berbicara mengenai perkembangan PSI di wilayah tersebut. Ia menyoroti peningkatan jumlah kursi PSI di DPRD NTT. Serta keberadaan sejumlah kepala daerah yang berasal dari atau memiliki keterkaitan dengan PSI.

PSI Untuk Terus Berada Di Tengah Masyarakat

Jokowi kemudian mendorong kader PSI untuk terus berada di tengah masyarakat. Menurutnya, pengurus partai harus mendengarkan persoalan yang di sampaikan warga dan berusaha menyelesaikannya melalui jalur organisasi yang tersedia. Pesan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas Jokowi di NTT memiliki dua sisi. Di satu sisi, ia hadir sebagai mantan presiden yang menemui masyarakat dan melihat secara langsung kondisi di lapangan. Di sisi lain, ia juga aktif memberikan arahan kepada kader PSI.

Pernyataan Jokowi mengenai di rinya yang sudah tidak memiliki kewenangan pemerintahan kemudian menimbulkan beragam tanggapan. Sebagian kritik mempertanyakan alasan kehadirannya jika dirinya memang tidak dapat mengambil keputusan secara langsung. Namun, ada pula pihak yang melihat kunjungan tersebut dari sisi kepedulian dan komunikasi dengan masyarakat. Sekretaris Dewan Pembina PSI Grace Natalie sebelumnya membela kunjungan Jokowi ke wilayah terdampak bencana di Palue. Ia mengatakan kritik mengenai waktu kedatangan Jokowi perlu di lihat dalam konteks tahapan penanganan bencana.

Dukungan Dan Perkembangan Organisasi Di Wilayah Tersebut

Persoalan utama yang muncul dari kunjungan tersebut pada akhirnya bukan hanya mengenai siapa yang datang, tetapi bagaimana kebutuhan masyarakat dapat di tindaklanjuti. Keluhan mengenai air bersih, tempat tinggal, fasilitas umum, hingga pemulihan aktivitas ekonomi membutuhkan penanganan dari pemerintah yang memiliki kewenangan. Dalam konteks itu, pernyataan Jokowi bahwa dirinya sudah tidak bisa berbuat banyak dapat di pahami sebagai penegasan mengenai posisi formalnya setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden. Sementara itu, masyarakat tetap membutuhkan penyelesaian konkret atas berbagai persoalan yang mereka hadapi.

Kunjungan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa nama Jokowi masih menjadi bagian dari percakapan politik dan sosial di NTT. PSI sendiri melihat adanya dukungan dan perkembangan organisasi di wilayah tersebut, bahkan menjadikan NTT sebagai salah satu wilayah penting bagi perkembangan partai menuju Pemilu 2029 Presiden Ke-7.